An essay |
Wiki says, "An essay is a short piece of writing which is often written from an author's personal point of view." ~ ..and it`s My Essay! :) |
Waktu resepsi pernikahan,ada satu lagu yang niatnya kunyanyikan bersama mas adit di panggung. Judulnya, Kedamaian. Lagu yang diciptakan Tohpati.
This was mas adit`s favorite song, sampai akhirnya dia kenalkan padaku, dan menjadi lagu favoritku kita berdua. Terlepas dari chord, melodi, dan lain lain yang aku juga kurang paham, yang sangat aku suka dari lagu ini adalah pesannya..
“Secerah mentari, seindah pelangi hasratku padaMu, oh Tuhanku.. Cintai aku, selama hidupku, bawalah aku kedalam surgaMu… Temani aku setiap langkah ini, kuingin kedamaian sampai akhir nanti..”
Lagu ini bercerita tentang orang yang mencari kedamaian. Sesuatu yang menurutku secara hakiki dicari oleh semua orang di lubuk hatinya yang terdalam, tapi diungkapkan dengan cara yang berbeda-beda.
Ada orang yang mencari uang sebanyak-banyaknya, agar damai. Agar hatinya damai setelah dia bisa memiliki semua yang ia ingin miliki.
Ada orang yang belajar sebanyak-banyaknya, agar damai. Agar hatinya damai saat ia yakin ia tau cukup banyak, sehingga siap menghadapi apapun.
Ada orang yang berusaha menghancurkan semua orang, agar damai. Agar hatinya damai bahwa ia menang dari semua orang.
Ada orang yang berusaha menang pernghargaan sebanyak-banyaknya, agar damai. Agar hatinya damai bahwa ia sudah mengisi kehidupannya dengan hal-hal berguna.
Mungkin, dengan caranya masing-masing, semua orang hanya ingin hati yang damai.
Yang aku suka, lagu ini mencari kedamaian dari Tuhan. Pesan lagu ini adalah berdoa, supaya Tuhan memberi kedamaian. Satu hal yang aku percaya benar bahwa memang hanya dengan cara ini kedamaian bisa didapat.
Karena, sebanyak apapun uang yang akhirnya didapat, ilmu seberapapun yang akhirnya kita punya, seberapa pun orang kita kalahkan, penghargaan seberapapun yang kita sudah dapat, pada akhirnya kedamaian hanya bisa didapat bila Tuhan berikan. Ada orang dengan uang berlimpah namun hampa. Dengan banyak ilmu, tertekan. Dengan kemenangan, depresi. Dengan penghargaan, tetap galau.
Dengan usaha apapun kita mencarinya, memang rasanya kedamaian hanyalah kemurahanNya…… So we better beg God for it.
Lagu ini mengingatkanku mengapa aku mau menikah. Bahwa pada dasarnya, aku hanya mencari kedamaian… Aku ingin hatiku damai, bahwa aku bersama orang yang aku inginkan, di jalan yang aku yakini berkah.
“Secerah mentari, seindah pelangi hasratku pada-Mu, oh Tuhanku…Cintai aku selama hidupku, bawalah aku kedalam surga-Mu…Temani aku setiap langkah ini, kuingin kedamaian sampai akhir nanti…”
Semoga Tuhan bermurah hati mengabulkannya :)
Selama di klinik, giliran DU rasanya menjadi momok. and i can`t understand why.
Aku merasa banyak dengar cerita kalau suka pinjam DU sana sini itu merugikan, gak boleh dll, dll. Aku diingatkan berkali-kali soal semua harus disiplin dalam hal kerja, itu akan berakibat ga baik sama semua, dll. But i simply can`t see why.
Kalau memang perlu, kalau memang mau, dan dapet teman untuk minjemin, why not? Aku menyadari banyak orang memang berprinsip kalau bisa kerja seharian, why not? Toh dipinjamkan. Toh kosong. So, what`s the problem?
Today, i see the problem.
Dulu rasanya orang2 yang aku kenal, kerja dalam 3 jam sehari. which is gantian. banyak kendala terjadi dalam pergantian DU, misalnya telat. harusnya udah ganti blm ganti. But they TEND TO switch. jadi aku tenang-tenang aja. satu dua orang kerja seharian, dengan pakai jatahnya, kemudian pas udah harus tukar, dia pinjam pny orang. As long as yang dipinjamkan oke-oke aja, I can`t see the problem.
“Fleksibel aja. Kita semua sama-sama mau lulus cepat. Toh kita ga menyalahi aturan. udah pinjam dulu. gw jg kalo lg ga pake DU boleh kok DU nya dipake. Silahkan aja.”
and i thought, it is wise.
Until i see the chaos.
Other people start to think, “waahh benar juga ya.” dan pemikiran seperti itu membuatnya melakukan modus operandi yang kira-kira sama. dan dewi fortuna bepihak, hampir setiap hari adaa aja DU yang bisa dipinjamkan. others see. dan kembali berpikir “waahh benar juga ya.” dan mulai melakukan hal yang sama, dan dewi fortuna masih berpihak. satu orang… dua orang….. tiga orang…
lama lama…
BUAT APA ADA PEMBAGIAN DU?
sekian banyak orang yang mulai tidak di DU masing-masing, mulai meresahkan mereka yang masih di DU masing-masing atau sedan menunggu giliran DU. they start to think, “kenapa ga pinjam yang kosong?” and they did, dan dewi fortuna berpihak. semua orang kerja, yeaaayyy. dan permasalahan terjadi, waktu sudah waktunya gantian.
si orang yang sedang bekerja sadar kalau sudah harus gantian. and start to think, “okay, saatnya pinjam DU!” lirik kanan..kiri. Loh kok penuh? karena semua orang sudah saling pinjam DU. dan karena tidak bisa melanjutkan ia pun tidak beranjak. sang teman DU mulai ketar ketir. “Heyy ini giliranku.” dan mulai menyesal, ah kenapa tadi pas dia kerja gw ga pinjem yang lain dulu?? dan berencana melakukannya esok hari. si teman DU yang tidak beranjak mulai ketar ketir. “oow aku harus cari lagi nih.” dan mulai berkeliling. selang setengah jam, Dewi Fortuna yang kebingungan pun menemukan jalan, akhirnya dia bisa pindah. sang teman DU yang akhirnya dapet giliran pun BT . “sial, gw nunggu dia selesai kerja, sementara dia kerja seharian.” dan semakin bulat tekadnya menajalankan rencana `kalau-teman-du-gw-pake-du-gw-pinjem-yang-lain-dulu`. Kerja dengan BT dan males ngomong sama teman DU. sang teman DU terus bekerja di DU yang lain, sampai pasangan DU pemilik DU tempat dia pinjam datang. “hey, aku tiba2 mau pakai.” sang peminjam bingung. “oow, padahal aku blm slsy.” mulai celingak celinguk. Dewi fortuna bekerja. “AH! itu kosong, kamu pake yang itu aja!” akhirnya kembali DU orang lain dipakai oleh orang lainnya lagi. and OTHERS see. mereka bingung, “loh, kok dia masih juga kerja jam segini? bukannya pagi dia pake DU ya?” dan mulai berpikir BIJAK seperti sudah disebutkan diatas. dan mulai bertekad menjalankannya esok hari.
dan PEMBAGIAN DU pun benar-benar useless. Chaos.
Pembagian DU was intended to KEEP semua orang untuk bekerja 3 jam sehari. dan keadilan itu terasa menyenangkan bagi semua orang. saat toleransi mulai digalakkan, peraturan jd kendor, dan semua orang mulai merasa ketidak adilan. “hey, they work MORE than that!”. dan saat keadilan sudah rusak, keadilan tidak terjamin, orang akan berontak. mereka akan merasa bertanggung jawab penuh atas keberhasilan mereka, dan semakin menganggap peraturan hanya menghambat what they do is…. BEREBUT.
pindah-pindah DU bukan tentang BELUM SELESAI KERJA. ya memang kerja nya dibatasi. kenapa dibatasi? supaya adil, nduk. Kalau kamu doang yang kerja 12 jam sehari ya memang gapapa, DU kita masih lebih dari itu. TAPI, sayangnya, kebijaksanaanmu akan menular, nduk. nggak akan ada yang rela. dan kalau semua orang bertekad kerja 12 jam sehari, itu baru CHAOS. can u guarantee you wont CAUSE it to happen?
RULES was made to make boundaries. ya memang peraturan itu dibuat untuk memBATASi. karena kalau tidak dibatasi nanti kebablasan.kalau yang kebablasan cuma satu sih mmg ga ngaruh. sayangnya, kemungkinan besar semua org akan kebablasan, dan kekacauan akan terjadi. that`s why, kebablasan kecil sekalipun harus tidak ditoleransi. bukan tidak memaafkan kebablasan kecilnya itu, tapi untuk mencegah ada yang lain.
RULES was never made for solely one person. ini untuk semua orang, dan mmg untuk kebaikan dan kenyamanan dan keamanan semua orang.
aku baru belajar ini.
now i can see why. i can see some things are not to be tolerated.
jadi ingat kata2 tante Iravati M. Sudiarso :
“sekali dikasih kelonggaran, orang akan minta lagi. PASTI. memang manusia begitu.”
ah.. i wish this chaos will stop.
“Let this be our prayer, when we lose our way…” :)
—-Alhamdulillahirabbilalamiin… (Segala Puji bagi Tuhan Semesta Alam)
Allahumashalli ala sayyidina Muhammad. Wa ala ali sayyidina Muhammad. (Semoga keselamatan selalu tercurah pada Muhammad, dan keluarganya)
Yaa Dzal Jalaali Wal Ikraam…(Wahai yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan),
- Allahuma innaka Afuwwun, (Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf)
- tuhibbul afwa, (Engkau menyukai org2 yang meminta maaf)
- fa`fuanna.. (maafkanlah hamba)..
- Rabbighfir li wali walidayya (Ampunilah hamba dan kedua orang tua hamba)
- warhamhuma kama rabbayani saghiraa.. (dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangi hamba sedari mereka kecil..)
Allahuma inni as`aluka (Ya Allah berikan aku)…
- salamatan fiddiin ( kesalamatan dalam agama)
- wa afiyatan fil jasad (jasad yang sehat afiyat)
- wa jiyadatan fil ilmi (ilmu yang baik)
- wa barokatan fir rizqi (rizki yang berkah)
- wa taubatan qablal maut (Taubat sebelum meninggal),
- wa rahmatan indal maut (Rahmat saat meninggal),
- wa maghfiratan ba`dal maut (Ampunan setelah meninggal).
- Allahuma hawwin alaina fii sakarotil maut (mudahkan dalam sakarotul maut).
- Wa najatan minannar (jauhkan kami dari neraka).
- Wa afwa indal hisab (maafkan kami dalam hisab)
Alahumma inni as`aluka
- Riddhaka wal Jannah (Ridha dari surga)
- Wa Naudzubika Min sakhotika Wannar (Lindungi kamu dari Murka-Mu dan Neraka)
Allahumma inni as aluka
- Imaman daiman (selalu beriman)
- wa qolban khasi`an (hati yang khusyuk)
- wa yaqinan shaadiqan (keyakinan yang benar)
- wa amalan mutaqabbalah (Amalan yang diterima)
Allahuma inni audzubika (Ya Allah lindungilah hamba)….
- minal hami wal hazan (dari kecemasan dan kesedihan)
- minal ajzi wal kasal (dari kelemahan dan kemalasan)
- minal jubni wal bukhl (dari ketakutan/sifat pengecut dan kekikiran)
- min ghalabatiddayni wa qahrir rijaal (dari hutang yang melilit, dan tekanan orang lain)
Rabbana aatina (Ya Tuhan hamba, berikan hamba)…
- fid dunya hasanah (Kebaikan di Dunia)
- wa fil akhiraati hasanah (Kebaikan di akhirat),
- wa qina adzaban naar (dilindungi dari siksa neraka).
Subhana rabbika rabbil izzati amalya sifuun (Maha suci Allah dari apa yang disangkakan padaNya). wassalamun alal mursalin (keselamatan bagi para Rasul) Walhamdulillahirabbilalamiin (Segala Puji hanya bagi Tuhan Semesta Alam)..
Aaaamiiinnn (^o^)
**Kenapa aku menulis ini, adalah karena yang selalu aku pikirkan kalau meng-amin-i doa doa yang kudengar, adalah “apa yaaa artinya? apa nih yang aku amin-i?”. Ini adalah doa doa yang aku sering dengar, yang pernah diajarkan, dan yang aku sudah cari -kirakira- artinya. Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan! :)**
The Prayer, David Foster
Ustadz Agus, ustadz dari Jember yang mengisi tausyiah waktu Umrah :)
Siddhārtha Gautama (via thoughtsdetained)
Sanji, One Piece